SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Beberapa langkah strategis disampaikan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kotawaringin Timur nomor urut 03, HM Taufiq Mukri - H Supriadi dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan, pendidikan, dan lapangan pekerjaan di tengah pandemi Covid-19. Lainnya, memanfaatkan lahan gundul serta mengatasi persoalan kebakaran hutan dan lahan.

Dalam menjawab pertanyaan panelis, Calon Wakil Bupati Kotim, Supriadi yang hadir seorang diri memaparkan visi misi di bidang kesehatan, yakni meningkatkan fasilitas kesehatan, baik itu pada pustu dan puskesmas yang ada di daerah ini.

"Serta kita akan terapkan sistem pelayanan selamatkan nyawa pasien, beri obat, baru urus administrasi," tegas Supriadi dalam debat publik perdana, Senin malam, 23 November 2020.

Sementara di sektor pendidikan, pasangan PANTAS ini menegaskan akan menyediakan beasiswa bagi 1.000 mahasiswa di Kotim.

Selanjutnya, dalam membuka lapangan pekerjaan, Supriadi menegaskan akan membangun ekonomi masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai petani. Pasangan ini berniat akan melakukan cetak sawah seluas 10.000 hektare dan memberikan bantuan 100.000 ekor sapi kepada masyarakat.

--page

Sementara untuk mengatasi lahan tidur mereka akan memanfaatkan dengan program cetak sawah, dan lahan gundul akan galakkan program penghijauan.

"Terkait pencemaran, kita akan beri pemahaman dan kesadaran agar taat aturan, tambang liar kita akan buka untuk wilayah pertambangan rakyat, sehingga masyarakat kita memiliki legalitas yang resmi dan bisa bekerja secara legal," tegasnya.

Supriadi juga mengaku memiliki program lain yakni pembukaan lahan untuk penanaman jagung yang dinilai memberi dampak besar bagi masyarakat dalam menambah pendapatan.

Pasangan ini juga mengaku punya program pengaspalan, agar seluruh desa di Kotim merasakan akses yang nyaman dengan jalan mulus beraspal, mereka akan membagikan 1 set alat berat di 17 kecamatan di Kotim.

"Dengan 1 set alat berat ini bisa membuka akses kecamatan dan desa. Dengan alat ini bisa dimanfaatkan untuk peningkatan infrastruktur di kecamatan dan desa," tandasnya. (NACO/B-11)