SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pada debat publik pertama yang digelar KPU Kotim pada Senin malam, 23 November 2020,  masing-masing pasangan calon bupati Kotawaringin Timur (Kotim) diberikan kesempatan bertanya satu sama lain. 

Pada kesempatan tersebut, pasangan nomor urut 04 yakni Rudini-Samsudin memberikan pertanyaan untuk pasangan nomor urut 01 Halikinnor-Irawati, terkait visi dan misi mereka yang akan mewujudkan Kotim kuat dan berbudaya. Padahal saat ini, peredaran narkoba masih cukup tinggi di daerah ini. 

"Saat ini peredaran narkoba masih cukup tinggi. Sehingga, bagaiman cara pasangan nomor urut 01, untuk mewujudkan Kotim kuat dan berbudaya," tanya Samsudin. 

Menanggapi pertanyaan tersebut, Halikinnor menjawab bahwa semua orang akan menentang peredaran narkoba. Karena merusak generasi bangsa ini. Sehingga, guna berupaya memberantas hal tersebut, maka paka pihaknya akan memperkuat sektor pendidikan, terutama terkait norma agama. 

"Pendidikan yang kuat, dan agama yang tertanam dalam diri. Akan menjadi benteng bagi masyarakat Kotim. Sehingga terwujud generasi kuat dan berbudaya," ujar Halikinnor. 

--page

Selain hal tersebut, dirinya juga akan bekerjasama dengan para tokoh agama, masyarakat, dan budaya agar bersama-sama memberantas peredaran narkoba di Kotim ini. 

"Tokoh agama dengan ajaran agamanya, tokoh masyarakat dengan pengawasannya, dan aparat sebagai penegak hukumnya," kata Halikinnor. 

Sehingga, jika semuanya bersatu, maka peredaran narkoba di Kotim ini bisa diberantas. Walaupun, hal tersebut sangat sulit terwujud. Namun yang pasti dengan usaha dan doa, semua bisa saja tercapai. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)