BORNEONEWS, Sampit - Hasil debat pertama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Senin, 23 November 2020 malam dinilai bahwa para pasangan calon bupati dan wakil bupati masih malu-malu.
Sebab, dari 4 calon bupati, belum ada hal lebih menarik, baik yang disampaikan maupun yang dipertanyakan antara calon yang satu dengan yang lainnya.
"Dari pengamatan saya, saya lihat para paslon masih malu-malu kucing. Tidak terlalu saling serang dengan visi dan misi yang disampaikan masing-masing calon," ujar Pemerhati Politik, Wandy Waldianto, Selasa, 23 November 2020.
Dirinya menilai, cuma ada dua pasangan calon bupati yang terlihat menonjol, baik dalam menyampaikan visi dan misi, maupun menjawab pertanyaan dari moderator dan juga lawannya dan itu terlihat benar-benar siap menghadapi debat publik tersebut.
Namun, dua pasangan lainnya seperti tidak siap, gugup, bahkan sering kehabisan waktu menjawab pertanyaan. "Bahkan ada paslon yang tidak sesuai menjawab pertanyaan dari calon lainnya. Itu terlihat seperti tidak ada persiapan dalam menghadapi debat publik tersebut," kata Wendi.
--page
Dia menyayangkan sejumlah paslon yang tidak memanfaatkan debat publik tersebut dengan baik. Padahal, lanjut dia, itu adalah kesempatan menunjukan kepada masyarakat bahwa dirinyalah yang layak dipilih untuk memimpin Kotim.
"Kalau saya lihat, tidak ada debat tadi malam itu. Hanya bertanya dan menjawab saja. Harusnya bisa saja paslon menyisipkan pertanyaan yang lebih menyerang terhadap program, visi dan misi yang ditawarkan masing-masing paslon," terang Wendi.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Palangka Raya ini berharap, pada debat publik yang kedua nantinya, paslon bisa menunjukan persiapan yang matang. Sehingga, bisa menarik simpati masyarakat nantinya. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)








