PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah Rivianus Syahril Tarigan mengatakan bahwa berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalteng 82,85 persen pekerja mengalami penurunan penghasilan akibat pandemi Covid-19.

"Sektor yang paling terdampak akibat Covid-19 ini adalah sektor akomodasi, makanan minuman, jasa lainnya serta transportasi dan pergudangan," katanya, Rabu, 25 November 2020.

Syahril Tarigan menjelaskan untuk mengatasi hal itu maka pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk memulihkan ekonomi dan peningkatan daya beli masyarakat terdampak baik yang bersumber dari APBN pusat maupun APBD Daerah.

"Salah satunya yang dilakukan adalah bantuan subsidi upah yang diberikan bagi pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga telah memberikan bantuan sosial yang bersumber dari APBD telah dilakukan tahap l berupa uang tunai Rp. 500 ribu dan telah disalurkan kepada 739 pekerja terdampak, tahap II berupa paket sembako dan telah diberikan kepada 161 pekerja terdampak.

--page

"Bantuan upah subsidi yang disalurkan pemerintah ini dapat menjaga daya beli pekerja di masa pandemi Covid-19," tutupnya. (NOPRI/B-5)