BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Sebagai bentuk kepedulian dan duka yang mendalam atas musibah yang membuat 7 korban terkubur di dalam galian tambang emas sedalam 65 meter di Sungai Seribu, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) akan membangun batu nisan.
Hal tersebut disampaikan Bupati Kobar Hj Nurhidayah dalam konferensi pers penyampaian penghentian pencarian 7 korban penambang asal Tasikmalaya, Jabar di Aula Kantor Bupati, Rabu, 25 November 2020.
"Dalam waktu dekat akan menutup lubang tambang tersebut dan memasang batu nisan di atasnya," kata Hj Nurhidayah.
Bupati menyampaikan, tujuh korban yang belum ditemukan tersebut beragama Islam. Sehingga, nantinya akan dilakukan penutupan dan pemasangan batu nisal sekaligus doa bersama.
"Ini adalah musibah kita bersama, Pemkab Kobar menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa saudara kita asal Jabar, semoga keluarga diberikan kesabaran dan ikhlas," tuturnya.
--page
Pemkab juga akan menutup semua bekas lubang tambang emas yang banyak tersebar di wilayah Sungai Seribu, Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara. Itu dilakukan supaya tidak ada yang terperosok masuk ke lubang tersebut.
"Untuk bekas lubang tambang lainnya nanti juga akan kami tutup supaya tidak membahayakan orang lain," pungkasnya. (DANANG/B-7)








