PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Puluhan massa gabungan dari beberapa organisasi masyarakat atau Ormas yang ada di Kalimantan Tengah menyatakan sikap untuk menolak paham radikalisme dan kekerasan.

Pernyataan sikap tersebut digelar di Bundaran Besar Palangka Raya, depan Rumah Jabatan Gubernur Kalteng pada Rabu sore, 25 November 2020.

Ketua Gerakan Mandau Talawang Sakti, Perwakilan Ormas Dayak Kalteng, Eda Stefanus Lalu mengatakan, warga Kalteng ingin hidup damai dalam kebhinekaan dan bebas dari paham radikalisme, kekerasan dan intoleran.

"Kami juga siap menjaga pemerintahan mendukung aparat penegak hukum untuk menjaga demi terciptanya suasana yang kondusif di wilayah NKRI," tegas Eda saat ditemui di sela-sela kegiatan tersebut.

Ada 4 poin pernyataan sikap yang disampaikan dalam orasi itu. Salah satu di antaranya yakin menolak dengan tegas Front Pembela Islam (FPI) bersama dengan elemennya tumbuh dan berkembang di Bumi Kalimantan Tengah.

--page

"Bahwa kita Kalimantan Tengah hidup cinta damai dan kita tidak pernah saling menjatuhkan. Kita hidup dengan rukun dan damai," pungkasnya. (PARLIN TAMBUNAN/B-7)