TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Debit air Sungai Awang yang mengaliri Desa Tangkan dan Desa Hayaping mulai meningkat sejak Jumat kemarin. Naiknya debit air akibat curah hujan yang tinggi di sekitar Sungai Awang dalam 2 hari terakhir.

"Selain itu badan sungai yang kurang lebar di Desa Tangkan membuat air meluap ke pemukiman warga," ujar Kapolsek Awang Ipda Debby Soesilo di Hayaping, Sabtu 28 November 2020.

Dia mengungkapkan yang terdampak banjir yaitu RT 01 di Desa Tangkan dan RT 04 di Desa Hayaping Kecamatan Awang.

Ketinggian air yang melanda rumah warga pada umumnya hanya merendam pekarangan dan teras beberapa rumah warga.

"Rumah warga terdampak banjir ada 16 kepala keluarga di Desa Tangkan dan 8 kepala keluarga di Desa Hayaping. Banjir juga merendam sekitar 3 titik jalan poros Tangkan-Hayaping," jelasnya.

--page

Menurutnya, air luapan Sungai Awang tersebut akan cepat turun mengikuti derasnya arus sungai, apabila tidak kembali terjadi hujan di hulu sungai maka diperkirakan sekitar 4-5 jam air akan surut kembali.

"Kegiatan masyarakat di dua desa tersebut masih berjalan normal dan tidak menghentikan aktivitas warga sehari-hari," tambahnya.

Untuk mengantisipasi kondisi yang lebih buruk, dia memerintahkan personel Polsek Awang agar meningkatkan patroli dan mengimbau warga tetap waspada jika sewaktu-waktu debit air Sungai Awang kembali meningkat.

"Kami sarankan agar segera evakuasi apabila air terus naik, mengantisipasi arus listrik yang mungkin masih mengalir saat banjir melanda serta hewan berbisa yang ada disekitar rumah warga," tandasnya. (BOLE MALO/B-6)