BORNEONEWS, Palangka Raya - Plt Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya mengatakan bahwa pandemi Covid-19 menjadi gangguan yang tidak terduga yang menimbulkan dampak tidak hanya krisis kesehatan, namun juga sektor perekonomian.
"Berkurangnya mobilitas masyarakat sebagai dampak dari pandemi yang telah mengakibatkan kinerja sebagai lapangan usaha mengalami kontraksi, sehingga menyebabkan efek domino berkurangnya daya beli masyarakat," katanya, Kamis, 3 Desember 2020.
Habib Ismail menjelaskan oleh karena itu maka Pemerintah Provinsi Kalteng telah melakukan langkah-langkah dalam upaya percepatan penanganan Covid-19.
"Salah satu upaya yang dilakukan saat ini berupa refocusing dan realokasi anggaran untuk memenuhi kebutuhan di bidang kesehatan seperti pembelian alat pelindung diri dan alat kesehatan lainnya, serta memberikan bantuan sosial kepada masyarakat terdampak, terutama bagi UMKM dan pelaku usaha," jelasnya.
Habib Ismail mengapresiasi peran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng yang telah memberikan dukungan kepada pemerintah daerah, memberikan peningkatan kapasitas kepada TPID, menjalin komunikasi dan koordinasi pengendalian inflasi, serta berkontribusi dalam pembinaan dan pengembangan UMKM lokal.
--page
"Saya merasa optimis, melalui dukungan dan sinergi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalteng serta seluruh stakeholder yang terjalin selama ini, perekonomian Kalteng dapat segera pulih dan tumbuh lebih tinggi," tutupnya. (NOPRI/B-5)








