BORNEONEWS, Buntok – Dari 27.000 Desa se-Indonesia Kabuppaten Barito Selatan dipercayakan menjadi narasumber memamaparkan hasil uji coba penyusunan model kolaborasi pengembangan layanan air minum dan sanitasi berkelanjutan pada workshop di Bali.
“Saya menjadi narasumber memaparkan hasil uji coba penyusunan model kolaborasi pengembangan layanan air minum dan sanitasi berkelanjutan saat workshop di Bali,” kata Kasi Penataan Bumdes UEM pada DSPMD Barsel, Maria Ulfah, Kamis, 3 Desember 2020.
Ia mengatakan, dalam paparan tersebut dirinya membeberkan bahwa salah satu KPSPAM yang dianggap berhasil dibandingkan dengan yang lain yakni Desa Danau Bambure Kecamatan Dusun Utara.
Untuk Keberlanjutan Pengelolaan SPAMS perdesaan sehingga di bentuklah Pengurusnya menjadi wadah Komunikasi serta pembelajaran bersama antar pelaku AMPL berbasis Masyarakat.
Yang anggotanya diwajibkan membayar iuran tetapi sampai saat ini hanya sebagian anggota yang membayar dengan aktif sehingga ini menjadi permasalahan dalam kepengurusan.
--page
Karena mereka, lanjut dia, terus meningkatkan pelayanan penyediaan air Pamsimas di desanya. KPSPAMS yang berkantor di desa Danau Bambure ini terus menjaga pelayanan dan kualitas air yang di alirkan ke rumah-rumah warga.
Awalnya, sambungan rumah hanya 10 SR dan KU 6 Unit, sekarang di desa tersebut sudah memiliki pelanggan dengan sambung rumah 100 persen atau dari 95 SR seluruh rumah di desa sudah terpasang.
Sekarang, sudah genap 3 tahun berjalan usia dari KPSPAMS Desa Danau Bambure mengelola sarana Pamsimas yang di bangun.
KPSPAMS yang di ketuai oleh Bapak Hartomas sejak 2017 ini memiliki loyalitas yang tinggi terhadap kegiatan air bersih, ini terlihat dari semangatnya tidak pernah berhenti merangkul masyarakat desa untuk sama-sama mengembangkan pelayanan air PAMSIMAS di desa mereka
Menurutnya, setelah melewati berbagai tahap Workshop dan juga Bimtek KPSPAM dan Anggotanya, maka diambillah kesepakatan melalui musyawarah berkolaborasi dengan BUMdes.
--page
“Saat ini pelayanan air minumnya dapat menjangkau warga yang lebih luas serta kualitas pelayanan lebih baik dengan dukungan dana dari APBDes untuk pengelolaanya,” kata Maria Ulfah, Kamis, 3 Desember 2020.
Ia berharap dengan adanya kolaborasi ini menjadi contoh bagi Desa-desa lainnya di Barito Selatan. Karena semuanya itu untuk keberlanjutan pengembangan Sarana Air Minum dan Sanitasi.
Hal ini agar lebih berkembang dan berkualitas, pemerliharaan lebih bagus, dan bernilai ekonomi untuk kemajuan Desa. (URIUTU DJAPER/B-5)








