SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seorang pria berusia 21 tahun asal Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), diduga nekat bunuh diri hanya karena permasalahan asmara dengan sang kekasih yang berada di Buntok. 

"Dugaan motifnya karena masalah asmara dengan sang pacar yang ada di Buntok," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin melalui Kapolsek Kota Besi Iptu Erik Andersen, Senin, 7 Desember 2020. 

Korban ditemukan bunuh diri di rumah sang nenek yang sudah tidak ada penghuninya pada Sabtu, 5 Desember 2020, sekitar pukul 21.00 WIB. Jasad korban ditemukan warga sekitar dalam keadaan tidak bernyawa. 

Sementara itu, dari keterangan keluarga, saat itu korban mengirim pesan kepada ayah angkatnya untuk meminjam uang yang akan digunakan untuk pergi ke Buntok menemui sang kekasih. 

Namun kala itu, ayah tiri korban tidak memberikannya. Tetapi keduanya masih saling berbalas pesan melalui ponsel. Hingga sekitar 1 jam sebelum ditemukan bunuh diri, korban tidak membalas pesan singkat sang ayah.

--page

Setelah sekitar pukul 21.30 WIB, seorang warga melintas di depan rumah nenek korban dan melihat cahaya lampu. Karena curiga, warga itu mendatangi rumah tersebut. 

Saat melihat di sela-sela pintu rumah tersebut, dia kaget karena melihat korban bunuh diri. Warga tersebut bergegas membangunkan temannya untuk mengevakuasi korban. Namun nyawanya sudah tidak terselamatkan. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)