BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur, Abdul Majid Rahimi menyebut tokoh agama memiliki peranan penting dalam upaya menekan laju peningkatan kasus positif covid-19.
Hal ini diungkapkan Abdul Majid saat menyampaikan materi dalam pelatihan pemulasaran jenazah dengan syariat Islam dan protokol covid-19, Kamis, 10 November 2020.
"Upaya yang dilakukan pemerintah dalam mensosialisasikan protokol kesehatan untuk untuk mencegah penularan covid-19 tidak lepas dari peran dan dukungan tokoh agama," ujarnya.
Dukungan yang diberikan bisa berupa pesan keagamaan dan penjelasan mengenai cara beribadah di saat pandemi covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan yang ditetapkan dalam surat edaran Menteri Agama.
"Yang jadi masalah sekarang, agama apa pun sudahkah menyikapi dengan benar surat edaran yang disampaikan oleh Kementerian Agama tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan pada kegiatan keagamaan," imbuhnya dengan nada bertanya.
--page
Menurutnya, hingga kini tanggapan masyarakat masih beragam dalam menghadapi penularan covid-19.
"Sebagai contoh mungkin ada sebagian kalangan yang menganggap ini tidak ada masalah, karena covid-19 urusan yang di atas, kita tidak usah menggunakan protokol kesehatan, sudah kita serahkan saja dengan yang diatas," ujarnya lagi.
Dia juga mengungkapkan, terkait pelaksanaan shalat dengan protokol kesehatan menjaga jarak juga menjadi perdebatan bagi sebagian masyarakat karena dianggap tidak sah. Karena itu peran tokoh masyarakat sangat penting untuk memberikan pemahaman yang lengkap kepada umat sehingga dapat mematuhi protokol kesehatan bukan saja dalam kegiatan ibadah tapi juga kegiatan lain yang berpotensi menyebabkan penularan.
"Kita berharap seluruh masyarakat Barito Timur, agama apapun, memiliki pandangan yang sama terkait pandemi covid-19 ini sehingga kita bisa melakukan upaya bersama untuk mencegah penularannya," pungkasnya. (BOLE MALO/B-6)








