BORNEONEWS, Palangka Raya - Budayawan Kalimantan Tengah, Kusni Sulang mendapatkan Anugerah Kebudayaan Maestro sebagai Maestro Seni Tradisi Pemelihara Adat Dayak.
Saat menerima penghargaan dari Pemerintah Pusat yang juga didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng, Guntur Talajan, Budayawan Kusni Sulang mengatakan bahwa ini awal yang bagus untuk menghargai budaya Dayak yang dilakukan oleh pemerintah pusat.
"Saya tidak pernah mimpi dapat penghargaan dan hadiah, maka kalau sekarang bisa mendapatkannya maka saya berterima kasih karena ini awal dari penghargaan terhadap visi misi hidup dan mati orang Dayak," tutur Kusni di ruang rapat kantor Disbudpar Kalteng, Jalan Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya ini.
Dia sebenarnya belum merasa telah mencapai tujuan dari kedaulatan seni dan budaya Dayak yang bisa didapatkan.
"Apa yang saya terima ini sebenarnya saya merasa masih jauh dari standar saya sendiri, saya merasa belum bisa mencapai tujuan pribadi dalam hal pembudayaan adat Dayak. Tetapi adanya penghargaan seperti ini bagus untuk memajukan desentralisasi budaya dan seni di Indonesia," tuturnya.
--page
Kalau penganugerahan seperti ini dilakukan terus Kusni meyanikin bahwa akan terjadi desentralisasi adat kebudayaan, tidak hanya terfokus di Pulau Jawa tetapi juga di pulau-pulau lainnya dan ini positif.
"Itu arti penting dari hadiah dan anugerah ini, jika dikembangkan dan jika diserahkan kepada sasaran yang tepat. Ini awal yang baik yang dilakukan pemerintah untuk visi misi menghormati orang Dayak," tuturnya.
Selain mendapat gelar sebagai Maestro Seni Tradisi Pemelihara Adat Dayak, Kusni juga diberikan hadiah berupa uang pembinaan sebesar Rp50 Juta serta pin emas. (TESTI PRISCILLA/B-6)








