PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Bupati Murung Raya Perdie M Yoseph  turut berbela sungkawa atas musibah tanah longsor yang menimpa tiga warga Desa Olong Hanangan, Kecamatan Tanah Siang Selatan di lokasi pertambangan rakyat pada Senin 7 Desember 2020.

Atas rasa duka tersebut Bupati mengunjungi para keluarga korban. Ia selain memberikan semangat dan dukungan moril kepada pihak yang berduka, juga menyalurkan bantuan sosial untuk meringankan beban mereka menghadapi acara kematian.

Selain menyalurkan bantuan logistik sembako, selimut dan kebutuhan lainnya, Bupati juga memberikan santunan uang tunai kepada ketiga pihak korban.

Kedatang Bupati Mura ini diakui pihak korban sebagai bentuk kepedulian pemimpin mereka atas musibah yang menimpa korban Diban (52), Lamri (25) dan Reji (23).

Dalam kesempatan itu, Bupati Perdie menyampaikan agar pihak keluarga dapat menerima atas musibah ini, sehingga tidak terbawa berlarut dengan kesedihan.

--page

"Tentu musibah ini bukan menjadi kehendak kita, namun sudah menjadi ketetapan tuhan, sang pencipta. Kami mewakili Pemerintah Daerah Mura turut berduka sedalam-dalamnya atas musibah kemarin," ucap Perdie.

Bupati juga mengingatkan agar masyarakat dapat lebih hati-hati lagi, sehingga tetap memperhatikan keselamatan dalam beraktivitas.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak terlalu berkerumunan, tetap menjaga jarak dan memakai masker. "Karena kondisi kita saat ini dilanda pandemi Covid-19, kita tetap memperhatikan dan menjaga sehingga tidak tertular. Kita tidak tahu covid-19 itu berada dan melalui siapa, sehingga terpenting tetap mematuhi protokol kesehatan," sebutnya.

Sementara itu, diketahui sebelumnya sebanyak Tiga penambang emas tradisional di Desa Hanangan, Kecamatan Tanah Siang Selatan tewas tertimbun tanah saat melakukan penambangan emas menggunakan mesin sedot.

Para penambang tradisional yang mencari butiran emas terlebih dahulu mengupas lapisan tanah bagian atas dengan menggunakan mesin penggerak untuk menyemprot air pada lahan.

--page

Impormasi yang berhasil dihimpun awak media menyebutkan, para penambang emas yang tewas diloksi kejadian saat menambang di salah satu wikayab tambang pribadi milik warga.

Dalam insiden longsornya tanah yang mengubur hidup-hidup tiga pekerja tambang tradisional tersebut, menewaskan tiga orang pekerja tambang lantaran tertimbun longsoran tanah.

Kapolres Mura, AKBP I Gede Putu Widyana melalui Kasat Reskrim, AKP Rony Nababan kepada wartawan, membenarkan terjadinya musibah yang menimpa para pekerja tambang. (Trs)