PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejak dinyatakan positif terpapar Covid-19 dan dirawat di salah satu rumah sakit Palangka Raya, kini kondisi Ketua DPW Partai Nasdem Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh sudah berangsur pulih.

Wakil Ketua III DPRD Kalteng ini mengakui bahwa saat ini kondisi kesehatannya sudah mulai membaik. Ia menyebutkan saat dirawat sangat beruntung mendapat salah satu dokter ahli paru yang paling bagus.

Dokter yang ia dimaksud adalah dr. Jeanete yang berhasil membuat RSUD Doris Sylvanus dan Rumah Sakit Siloam Palangka Raya mendapatkan stok obat anti virus dan tidak semua rumah sakit di daerah mendapat kuota obat ini.

"Obat ini termasuk obat anti virus yang paten, karena mampu memangkas hari penyembuhan 4 hari lebih cepat. Menurut dokter juga obat ini mampu menstabilkan kondisi pasien yang sudah parah saat diuji coba," ujarnya, Jumat 11 Desember 2020.

Selain itu ia hendak mengusulkan ke pemerintah supaya peralatan disetiap rumah sakit  di Kalteng khususnya untuk penanganan penyakit paru untuk ke depan agar lebih diperhatikan lagi, sebab pandemi Covid-19 saat ini masih terjadi dan belum menunjukan tanda berakhir.

--page

"Alhamdulillah kondisi saya dan suami baik-baik saja, infeksi sudah mampu dicegah penyebarannya, dokter juga menyatakan semuanya baik-baik saja dan kami juga tidak lagi membutuhkan alat bantu napas (oksigen)" terangnya.

Ia hanya perlu memastikan CT-nya tidak dalam angka yang masih bisa menularkan virus tersebut ke orang lain.

Diakuinya juga saat ini ia tidak lagi merasakan demam serta lemas, sebaliknya rasa dan indera penciuman sudah kembali normal.

Ia mengungkapkan bahwa entah herbal apa yang membantu tubuhnya bisa mersepon obat lebih cepat sehingga tidak membutuhkan perawatan paru lanjutan. Sedangkan suaminya harus mengonsumsi obat lanjutan meskipun nanti sudah dinyatakan negatif.

"Kemungkinan saya bisa kuat bertahan karena sebelumnya waktu serangan virus sedang hebat saya sudah rutin meminum CPG 75," jelasnya.

"Yang pasti meskipun sedang sakit jangan sampai otak kita berhenti berpikir, sebab Covid-19 generasi terbaru ini mampu membuat kita seperti kehilangan sedikit memory otak," tukasnya. (DONNY D/B-6)