BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kalimantan Tengah menerima bantuan hibah senilai Rp2 miliar dari pemerintah provinsi untuk pembangunan kantor dan klinik pratama.
Hibah secara simbolis diserahkan Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri kepada Kepala BNN Kalteng Brigjen Pol Edi Swasono dan disaksikan oleh Kepala BNN RI Komjen Pol Heru Winarko di Palangka Raya, Jumat.
"Selanjutnya, saya berharap dari kegiatan hari ini akan ada kesepakatan mengenai Tim Asesmen Terpadu (TAT)," kata Heru Winarko.
TAT merupakan program penegak hukum untuk setiap tangkapan dari kepolisian melalui asesmen atau penilaian supaya bisa dipilah antara hukum dan medis.
TAT terdiri atas penyidik, jaksa, Dinas Kesehatan serta Dinas Sosial yang secara terpadu melakukan penilaian dan TAT akan ditingkatkan terus ke daerah-daerah.
--page
"Adanya TAT, dapat diketahui jenis, asal dan jaringan narkoba yang masuk ke Kalteng. Selain itu, dapat dipisahkan pula yang mana bandar, pengedar serta pengguna," katanya.
Sekda Kalteng Fahrizal Fitri menjelaskan, bantuan hibah yang diserahkan tersebut, merupakan salah satu bukti kontribusi pemprov dalam upaya penanggulangan masalah narkoba.
"Apa yang kami serahkan itu, sebagai salah satu bukti kepedulian kepada institusi yang menangani masalah narkoba," katanya.
Menurut dia, penanganan narkoba memang merupakan kewenangan pusat dan hukum, tapi salah satu tugas dari pemerintah daerah adalah memberikan dukungan penyediaan sarana dan prasarana.
"Permasalahan narkoba yang pada umumnya menyasar generasi muda di Kalteng, perlu mendapat perhatian lebih," tuturnya.
--page
Yakni terkait bagaimana generasi muda dapat direhabilitasi dan dipulihkan sebab mereka merupakan aset berharga bagi pembangunan daerah kedepannya.
Dalam kegiatan tersebut hadir perwakilan Polda Kalteng, Kejaksaan Tinggi, Kakanwil Kemenkumham, Pengadilan Tinggi Kalteng, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
ANTARA








