BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Pardamean Gultom mengakui kerusakan jalan di dalam perkotaan ini harus disikapi secara serius.
Pemkab Kotim diminta segera melakukan perbaikan dan penanganan terhadap ruas jalan tersebut. Adapun ruas jalan yang rusak itu yakni Jalan Kapten Mulyono, HM Arsyad, Pelita, S.Parman, hingga Kembali
"Tanpa harus menunggu tahun 2021, jalan itu harus diperbaiki karena ada anggaran untuk pemeliharaan. Jangan menunggu jalan itu rusak parah baru diperbaiki," kata Gultom, Sabtu, 12 Desember 2020.
Menurutnya, kerusakan ruas jalan tersebut karena beban kendaraan di atas kemampuan jalan. Seharusnya di situ perlu pengawasan agar tidak melewati jalur dalam perkotaan dengan beban berat.
Namun, di satu sisi itu terjadi karena jalan lingkar selatan masih rusak parah tidak bisa dilewati oleh kendaraan bermuatan.
--page
"Persoalanya sekarang jalan semakin rusak parah, dan ini yang menjadi korban adalah masyarakat banyak yang setiap hari menggunakan ruas jalan yang rusak tersebut," tukasnya.
Kerusakan ruas jalan itu dipicu oleh angkutan berat. Di mana trak CPO yang berlalu lalang bermuatan di atas 8 Ton dari Muatan Sumbu Terberat (MST).
Sementara kapasitas jalan hanya mampu menyandang 8 ton. Truk CPO yang melintas menuju pelabuhan Bagendang Kecamatan Mentaya Hilir Utara. Di situ tempat bongkar muat produk dari usaha perkebunan kelapa sawit daerah ini.
Ruas jalan Sampit-Bagendang sebelumnya rusak parah. Namun ditangani secara konsorsium alhasil ruas jalan itu sudah baik karena klasifikasi jalan menggunakan rigid beton.
Sedangkan kerusakan jalan yang terjadi saat ini mulai dari Bundaran KB sampai ke simpang empat Pelita. Kemudian di jalan Pelita hingga Jalan Kapten Mulyono mengalami kerusakan.
--page
Jalan perlahan berubah menjadi bergelombang ada ada yang mulai belobang. Kondisi demikian rentan menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.(NACO)








