TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS - Tamiang Layang - Warga Desa Tampu Langit Kecamatan Paju Epat mengusulkan peningkatan ruas jalan yang menghubungkan desa tampulangit dan desa siang sepanjang 5 kilometer yang saat ini masih berupa jalan tanah.

Usulan itu disampaikan warga bersama Kepala Desa dan Ketua BPD Tampu Langit saat melakukan tatap muka dan ramah tamah dengan Anggota DPRD Barito Timur dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia atau PKPI, Rida Heriyani dalam kunjungan reses perorangan ke desa tersebut, Minggu,13 Desember 2020.

Selain itu, dalam pertemuan yang juga dihadiri guru dan kelompok tani nelayan, mewakili aspirasi masyarakat, Kepala Desa Tampu Langit Kasiati menyampaikan usulan pembangunan WC untuk Puskesmas Pembantu atau Pustu di desa itu.

"Tenaga kesehatan tidak betah di Pustu karena belum ada fasilitas mandi, cuci kakus. Paling cuma satu malam menginap sudah pulang kembali ke rumahnya," ungkapnya.

Dengan kondisi seperti itu, warga yang sewaktu-waktu ingin berobat tidak dapat terlayani dengan baik. Kasiati menambahkan, kondisi lantai Polindes juga sudah rusak sehingga membutuhkan perbaikan.

--page

Sementara itu, salah satu perwakilan guru mengungkapkan, lantai ruangan kelas di SMP yang terdapat di desa tersebut ada yang rusak dan membutuhkan perbaikan.

Ketua BPD Tampu Langit, Budianto juga meneruskan aspirasi masyarakat terkait sulitnya akses internet di desa itu. Karenanya, yang mengusulkan agar pemerintah dapat membantu pengadaan penguat sinyal internet.

"Sudah ada warga yang menghibahkan tanah untuk pembangunan tower penguat sinyal," ujarnya. Dia juga meminta dukungan Rida Heriyani sebagai wakil rakyat untuk memperjuangkan tambahan honor bagi 3 guru Taman Kanak-kanak Alquran serta mengusulkan pengadaan kolam ikan bioflok untuk kelompok nelayan. Menanggapi semua usulan masyarakat maupun Pemerintah Desa Tampu Langit, Rida Heriyani berjanji mencatat usulan tersebut dan memperjuangkan dalam pembahasan anggaran di DPRD.

"Sebenarnya ada beberapa usulan sebelumnya yang terealisasi pada tahun ini, namun karena pandemi covid-19 dan pemerintah memangkas anggaran untuk penanganan covid-19 maka usulan-usulan tersebut batal direalisasikan," jelasnya.

Pada akhir pertemuan, Rida Heriyani juga menerima usulan-usulan yang rinci dalam bentuk tertulis atau proposal dari masyarakat agar dilanjutkan kepada pemerintah daerah melalui dinas terkait. (BOLE MALO/B-6)