BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua I Komisi B DPRD Palangka Raya, Susi Idawati mengingatkan kepada masyarakat bahwa saat ini musim hujan yang terjadi di Palangka Raya sudah lebih ekstrim di bulan Desember.
Menurut Susi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya selalu mengeluarkan imbauan atas potensi terjadi perubahan cuaca dalam beberapa hari ke depan.
"Analisis BMKG, kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil dalam sepekan ke depan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia. Kita bisa lihat kemarin sore pun tiba-tiba hujan dengan awan yang sangat hitam hampir di seluruh wilayah Kota Palangka Raya," kata Susi pada Senin, 14 Desember 2020.
Untuk itu, Susi mengimbau masyarakat Palangka Raya secara khusus agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dan lainnya. Dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terutama saat melakukan aktivitas sehari-hari di luar rumah," tuturnya.
--page
Hal ini diinginkannya bukan tanpa alasan, karena beberapa bulan yang lalu, ada masyarakat Palangka Raya yang terkena dampak dari cuaca ekstrim ini.
"Mulai dari tertimpa reruntuhan pohon hingga tersambar petir, ada itu masyarakat kita. Makanya kami ingatkan untuk masyarakat tetap waspada," pesannya. (TESTI PRISCILLA/B-5)








