BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalteng, Abdul Rasyid menyebut sampai saat ini, belum ada kepastian penyelenggaraan ibadah haji dan umrah untuk 2021. Oleh sebab itu, pihaknya menyiapkan skenario menyikapi hal tersebut.
“Penyelangaraan 2021 belum ada kepastian secara langsung dari Arab Saudi, sehingga Kementerian Agama, membuat skenario. Ada tiga hal skenario yang disiapkan,” kata Abdul Rasyid kepada wartawan seusai membuka kegiatan Diseminasi Peraturan Perundang-Undangan Haji dan Umrah di Kota Palangka Raya, Senin, 14 Desember 2020.
Dia melanjutkan, skenario pertama yakni apabila kebijakan Arab Saudi membuka penyelenggaraan haji dan umrah dengan kuota 221.000 jemaah, pihaknya telah menyiapkan hal itu.
“Kedua, jika Arab Saudi hanya meminta 50 persen, berarti ada pengurangan dari 221 ribu jemaah. Ini tentu bagaimana dengan yang tidak berangkat. Nanti akan kita carikan solusinya,” ungkapnya.
“Ketiga, jika sama sekali tidak ada pemberangkatan (karena pandemi Covid-19), ini yang sekarang dicarikan solusi karena akan menambah waiting list (masa tunggu) dan kita juga terus berkomunikasi dengan DPR RI,” tuturnya.
--page
Terkait kegiatan desiminasi tersebut, Abdul Rasyid mengatakan sangat penting menambah wawasan masyarakat terlebih di tengah pandemi. Dia juga berharap, adanya vaksin bisa segera mengakhiri pandemi sehingga semua kembali berjalan normal. (BUDI/B-7)








