BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Syahbana mendorong agar pemerintah kabupaten melaksanakan program ketahanan pangan di bidang perikanan secara konsisten dan berkelanjutan.
Menurutnya, program berjalan sukses bisa dilihat dari hasil akhir nantinya. Oleh sebab itu, jika tidak dilakukan berkelanjutan, maka program tersebut diyakini akan berakhir sia-sia.
"Salah satunya di bidang perikanan. Program yang sudah dijalankan saat ini sudah bagus dan tinggal menunggu hasilnya," katanya, Senin, 14 Desember 2020.
Namun terpenting, ini bisa dijadikan sebagai program paten yang berkelanjutan kedepannya terlepas siapapun pemimpin daerah ini.
Syahbana mengakui jika program itu kini sudah berjalan. Namun kedepannya memang harus dilakukan secara masif dengan melihat potensi wilayah masing-masing.
--page
"Misalkan di aliran sungai tertentu dikhususkan untuk Jelawat. Kemudian di daerah lainnya ada Patin, ada ikan-ikan lainnya," tukasnya.
Bahkan dia mendorong agar budidaya ikan lokal menjadi sebuah kewajiban. Di antaranya ikan Tapah, Baung dan lain sebagainya.
"Selain Jelawat kita juga punya ikan andalan yakni ikan Tapah, Baung, dan lain sebagainya yang kedepannya memang ada program budidanya untuk itu,” tegas Syahbana.
Syahbana juga mengakui, jika program ini sudah berjalan sukses maka siapapun kedepannya pimpinan leading sektornya hanya tinggal melanjutkan suksesi itu.
"Memang bukan perkara mudah untuk membuat terobosan pengembangan budidaya ikan sehingga menjadi sentra penghasil. Pemerintah memang harus merogoh kocek yang dalam untuk mengembangkan ini.Kami akui anggaran memang kurang mendukung untuk optimalisasi di bidang perikanan ini. Tapi kami berharap dengan anggaran yang ada hasilnya juga tidak mengecewakan," tuturnya. (NACO/B-7)








