PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Hari ini, Senin, 14 Desember 2020 Bursa Efek Indonesia atau BEI kembali meresmikan Galeri Investasi atau GI BEI yang ke-500, yaitu GI BEI Akademi Keuangan dan Perbankan Effata yang berlokasi di Jalan Sumba No.17, Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia atau BEI, Hasan Fawzi mengatakan bahwa dengan keberadaan 500 GI BEI yang tersebar di seluruh Indonesia dari Aceh hingga Papua, BEI berharap akses informasi masyarakat, khususnya bagi generasi milenial, akan semakin mudah.

"Sesuai dengan fungsinya, GI BEI adalah sarana untuk memperkenalkan pasar modal sejak dini kepada kalangan akademisi," kata Hasan dalam sambutannya pada Senin, 14 Desember 2020 di Jakarta, yang juga diikuti Borneonews melalui live streaming Youtube.

Berkonsep 3 in 1 yang merupakan kerja sama antara BEI dengan Perguruan Tinggi dan Anggota Bursa sebagai mitra, GI BEI diharapkan tidak hanya memperkenalkan pasar modal dari sisi teori saja, akan tetapi juga praktiknya.

"Ke depannya melalui GI BEI yang menyediakan real time information untuk belajar menganalisa aktivitas perdagangan saham, diharapkan dapat menjadi jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan beserta praktik pasar modal," jelasnya.

--page

Sebagai salah satu jalur mengenalkan pasar modal kepada masyarakat, lanjutnya, maka peran GI BEI sangat signifikan terhadap perkembangan dan pertumbuhan jumlah investor ritel domestik.

Oleh sebab itu, BEI sangat mengapresiasi seluruh pihak GI BEI yang telah berperan aktif memajukan industri Pasar Modal Indonesia.

"Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja KP BEI, GI BEI, maupun Anggota Bursa, maka BEI melakukan digitalisasi pelaporan dengan meluncurkan sistem pelaporan terintegrasi Regional Development Information System (RDIS). RDIS yang diluncurkan hari ini bertujuan untuk membantu mendokumentasikan, merekap, mem-verifikasi, serta membuat laporan aktivitas KP BEI dan GI BEI yang terintegrasi, sekaligus dapat memonitor kegiatan dan pertumbuhan GI BEI di setiap wilayah," paparnya lagi.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Hoesen, serta jajaran Manajemen Self-Regulatory Organization atau SRO, yaitu BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia atau KPEI, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Anggota Bursa, Pengelola GI BEI, dan Wartawan Pasar Modal.

Sementara untuk Kalimantan Tengah, dihadiri oleh Kepala BEI Kalteng, Stephanus Cahyanto Kristiadi beserta staf BEI dan jajaran Universitas Palangka Raya sebagai Galeri Investasi atau GI Terbaik se Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/B-6)