SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur, Rudianur mengakui, pelaksanaan pemilihan kepala daerah kali ini berjalan lancar. Namun, ada hal yang mengecewakan yakni tingkat partisipasi pemilih yang tidak sesuai harapan.

"Kalau dari segi pelaksanaan dan penyelenggaraan pemungutan sudah baik. Yang kurang ini adalah minimnya kehadiran masyarakat ke TPS. Artinya kita gagal mendongkrak partisipasi pemilih di pilkada Kotim ini, "kata Rudianur, Selasa, 15 Desember 2020.

Menurut Rudianur, dengan rendahnya partisipasi pemilih itu memperlihatkan adanya kekurang pedulian terhadap pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan tersebut. Bahkan, jika dibanding dengan pelaksanaan pileg dan pilpres cenderung menurun partisipasi saat ini.

"Ini harusnya tidak sampai turun. Artinya warga masih ada kendala hadir ke TPS atau memang mungkin sudah cuek dengan pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan ini," tukas Rudianur

Rudianur mengakui ada faktor eksternal. Salah satunya terkait adanya wabah Covid-19. Pandemi ini juga disinyalir menjadi salah satu yang menghambat hadirnya masyarakat ke TPS.

--page

"Mungkin juga Covid-19 ini salah satu unsur yang membuat partisipasi pemilih menjadi rendah itu. Tapi saya kira hanya beberapa persen lah kendala dari Covid ini. Pada intinya, sudah ada sikap antipati terhadap pemilihan itu dan sikap ini tidak bisa dibiarkan," tegasnya.

Berdasarkan data yang sudah masuk 100 persen ke Desk Pilkada Pemerintah Kabupaten Kotim, tingkat partisipasi pemilih untuk Pilkada 2020 ini sebesar 64,81 persen. Persentase itu jauh dari target yang ditetapkan yaitu 79,90 persen. (NACO/B-7)