BORNEONEWS, Kasongan - Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah mengajak warga di Bumi Penyang Hinje Simpei ini untuk menangkal paham radikalisme.
Pasalnya, pengaruh radikalisme merupakan suatu pemahaman baru yang disebarkan pihak tertentu, seperti agama, sosial, dan politik.
Hal ini seakan menjadi semakin rumit karena berbaur dengan tindakan yang cenderung melibatkan kekerasan.
"Kita mengajak warga masyarakat untuk sama sama menolak dan tidak terpengaruh dengan paham radikalisme dan terorisme, intinya bagaiman sitkamtibmas di wilayah hukum Polres Katingan terjaga aman dan kondusif,” kata Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah disela pengamanan rapat pleno terbuka, Rabu, 16 Desember 2020.
Menurut Kapolres, berbagai tindakan teror tak jarang memakan korban jiwa seakan menjadi cara dan senjata utama bagi para pelaku paham radikal dalam menyampaikan pemahaman mereka dalam upaya untuk mencapai tujuan para pelaku tersebut
--page
Pun berbagai propaganda paham radikal masih terlihat di beberapa tempat, seperti perguruan tinggi, masjid, organisasi masyarakat, dan bahkan dalam lingkup pemerintah sekarang sudah memasuki wilayahnya
Untuk itu, ujar Kapolres Katingan, AKBP Andri Siswan Ansyah Polri khususnya Polres Katingan terus melakukan upaya antisipasi pemahaman radikalisme menyebar di masyarakat guna mencegah masyarakat terpengaruh kelompok paham itu.
Dia menegaskan radikalisme merupakan paham yang harus diantisipasi, karena mudah masuk ke lapisan masyarakat yang kurang mengetahui tentang ideologi pancasila, agama persatuan dan kesatuan bangsa itu.
“Tolong dijaga wilayah kita yang sudah aman ini, dengan kehadiran Babinkamtibmas sebagai garda terdepan yang turun langsung ke masyarakat di kawasan heterogen," katanya.
Pasalnya, tahapan radikalisme yang diawali dari sikap intoleran hingga individu atau kelompok tersebut menjadi radikal.
Dirinya mengajak masyarakat bekerja sama dengan Kepolisian untuk mengantisipasi paham tersebut tersebar di Katingan.
“Polri tidak akan memberikan ruang kepada kelompok, premanisme, intoleransi, radikalisme yang membuat masyarakat resah dan takut karena negara tidak boleh kalah oleh mereka,” imbuh Kapolres. (ABDUL GOFUR/B-5)








