KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudpora) Kapuas mengangkat situs Nyai Undang yang berada di Kecamatan Bataguh menjadi sebuah film. Itu dilakukan untuk mengangkat sektor pariwisata dan sebagai upaya melestarikannya agar lebih diketahui masyarakat serta menjadi daya tarik di Kabupaten Kapuas.

“Alasan kami memilih situs Nyai Undang salah satu kebanggaan masyarakat, karena cerita ini sudah diketahui, untuk itulah melalui pembuatan film ini, Pemkab Kapuas berupaya dalam melestarikan dan menyebarluaskannya kepada masyarakat,” kata Kepala Disbudpora Kapuas, Suparman, Rabu 16 Desember 2020.

Dia mengatakan bahwa kegiatan pembuatan film ini mengacu kepada cerita yang ditulis oleh tokoh-tokoh mayarakat di Kabupaten Kapuas dan juga hasil penelitian survey dari dunia akademisi.

“Alur cerita Nyai Undang ini kami dapatkan dari beberapa sumber, diantaranya dari buku yang berjudul The Lost City yang bercerita tentang Nyai Undang dan kami juga mendengarkan cerita-cerita dari tokoh masyarakat, yang mana kita padukan keduanya,” ucapnya.

Untuk pemerannya sendiri, pihaknya telah mengadakan casting, yang mana sebagian besar sudah didapatkan para pemerannya dan juga menggunakan SDM yang ada yaitu Putra Putri Pariwisata Kabupaten Kapuas serta juga mengajak sanggar-sanggar tari di Kabupaten Kapuas.

--page

“Hingga saat ini perkembangan dari pembuatan film ini sudah mulai memasuki tahap produksi yang mana sebelumnya telah dilakukan survey lapangan untuk lokasi perekaman, yaitu pertama di lokasi situs Nyai Undang di Kecamatan Bataguh dan kemudian di lokasi syuting selanjutnya yang berada di Rumah Betang Manggatang Utus di Sei Pasah,” ucapnya.

Kemudian, dirinya pun mengharapkan melalui pembuatan film ini selain melestarikan budaya, juga dapat dijadikan sebagai pioner bagi generasi muda yang berbakat dalam hal sinematografi film.

“Agar mereka dapat termotivasi, kemudian juga kita ingin melalui film Nyai Undang ini dapat mengangkat sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Kapuas sehingga diketahui masyarakat luas,” tuturnya.

Dari pembuatan film, lanjut dia yang diperkirakan memakan waktu kurang lebih tiga bulan ini, rencananya akan ditampilkan di acara HUT Kabupaten Kapuas nantinya pada bulan Maret tahun 2021 yang akan disaksikan masyarakat Kabupaten Kapuas.

“Kenapa situs Nyai Undang ini yang diangkat, karena mempunyai nilai sejarah yang luar biasa, yakni yang bisa memberi semangat kepada generasi muda bahwa Kabupaten Kapuas juga mempunyai seorang tokoh wanita yang bisa djadikan penyemangat dan sebagai simbol emansipasi wanita dalam hal perjuangan,” pungkasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)