BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri mengatakan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD sangatlah penting bagi masyarakat. Sayangnya di Kalimantan Tengah baru ada 4 TPAKD yang terbentuk.
"TPAKD merupakan suatu forum koordinasi antar instansi dan stakeholders terkait untuk meningkatkan percepatan akses keuangan di daerah, dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi serta mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera," kata Fahrizal Fitri, Rabu, 16 Desember 2020.
Tahun 2016, hasil pertemuan Presiden RI dengan perwakilan industri LJK yang juga dihadiri Ketua OJK, Gubernur BI dan para Menteri Kabinet Kerja menginisiasi terbentuknya TPAKD yang juga disarankan untuk dimiliki di setiap provinsi serta kabupaten dan kota. Radiogram Kemendagri No. T-900/634/Keuda tanggal 19 Februari 2016 tentang Pembentukan TPAKD pun dikeluarkan.
"TPAKD ini penting karena salah satu tujuannya ialah mendorong ketersediaan akses keuangan yang seluas-luasnya kepada masyarakat dalam rangka mendukung perekonomian daerah. Selain itu TPAKD juga bertujuan untuk mencari terobosan dalam rangka membuka akses keuangan yang lebih produktif bagi masyarakat di daerah," terang Fahrizal Fitri.
Tidak hanya itu, peran TPAKD juga berkaitan dengan mendorong LJK untuk meningkatkan peran serta dalam pembangunan ekonomi daerah, serta menggali potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dengan menggunakan produk dan layanan jasa keuangan.
--page
"TPAKD juga bertujuan mendorong optimalisasi potensi sumber dana di daerah dalam rangka memperluas penyediaan pendanaan produktif antara lain untuk mengembangkan UMKM, usaha rintisan (start up business) dan membiayai pembangunan sektor prioritas. Selain itu juga mendukung program pemerintah dalam upaya meningkatkan indeks inklusi keuangan di Indonesia," tegasnya. (TESTI PRISCILLA/B-11)








