BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Rihando menyampaikan dampak pandemi Covid-19 ini terhadap pergerakan masyarakat Kalteng.
"Hingga November 2020 terpantau mobilitas di tempat-tempat umum mengalami peningkatan terutama kategori Grocery and Pharmacy seperti Pasar, Supermarket, Apotek, serta Transit Stations seperti Halte, Terminal, bandara, telah kembali pulih," kata Rihando pada Kamis, 17 Desember 2020.
Sementara itu, lanjut Rihando, kelompok residential juga kembali seperti semula setelah periode April sampai dengan Oktober mengalami peningkatan aktivitas yang signifikan.
"Sejalan dengan permintaan yang melemah, tekanan inflasi juga mengalami penurunan pada masa pandemi. Secara tahunan, inflasi Kalteng tercatat rendah, utamanya didorong oleh penurunan permintaan masyarakat dibanding tahun sebelumnya disebabkan oleh berkurangnya mobilitas masyarakat akibat pandemi Covid-19," terang Rihando lagi.
Secara bulanan, katanya, inflasi Kalteng meningkat, utamanya didorong kenaikan harga komoditas daging ayam ras serta meningkatnya permintaan angkutan udara.
--page
"Ke depan, diperkirakan optimisme konsumen atau masyarakat Kalteng akan terus membaik sejalan dengan membaiknya dunia usaha serta realisasi program stimulus Pemerintah pada Era New Normal," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)








