PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sulistiyo salah satu pengrajin yang memanfaatkan kayu limbah bisa menjadi uang setelah ia mengolahnya menjadi souvenir.

Warga Perumahan Bhayangkara Jalan G Obos, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya ini mulai merintis usaha souvenir ini sejak 2014.

Pria yang berpenampilan sederhana dan tekun itu memanfaatkan pekarangan rumahnya menjadi tempat usaha pembuatan souvenir yang ia namai TRIO ART.

Di tempat itu dia mampu memanfaatkan limbah kayu menjadi suvenir berupa piala, plakat dan lainnnya. Limbah kayu ini didapat dari meubeler.

Tak hanya souvenir, di tangan pria ini, limbah kayu bekas juga mampu dikreasikan menjadi hiasan dinding, bingkai foto dan plakat dengan ornamen khas Kalimantan.

--page

Kerajinan ini dijual dengan harga Rp 150.000 hingga Rp 700 ribu tergantung dari jenis kerumitan pembuatannya.

"Ilmu yang saya dapatkan membuat kerajinan ini tangan ini belajar secara otodidak saja. Dan selama ini saya belum pernah mendapat bantuan modal usaha dari pemerintah, hanya sebatas ikut pelatihan saja," ucapnya. (PARLIN TAMBUNAN/B-6)