BORNEONEWS, Sampit - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengatakan bahwa saat ini baru sekitar 70 desa dari 168 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang aktif.
"Saat ini hanya sekitar 70 desa di Kotim yang BUMDes mereka aktif," ujar Kepala DPMDes Kotim Hawianan, Jumat, 18 Desember 2020.
Hal tersebut terjadi, karena banyak faktor. Salah satunya adalah keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) di desa, yang memiliki kemampuan untuk menjalankan BUMDes tersebut. Sehingga, meskipun sudah dibentuk lama, namun tidak sedikit hanya jalan di tempat.
Keadaan tersebut menjadi perhatian pihaknya. Karena BUMDes sangat penting, guna membangun dan mensejahterakan masyarakat desa. Bahkan, desa akan memiliki pemasukan selain dari dana desa (DD) dan juga anggaran dana desa (ADD).
"Kami akan berupaya maksimal untuk menghidupkan BUMDes tersebut, baik melalui sejumlah trobosan atau hal lainnya," kata Hawianan.
--page
Sementara, pihak DPMDes sendiri hanya bisa memfasilitasi saja. Namun yang menjalankan keseluruhan adalah pemerintah desa itu sendiri. Dan saat ini, pihaknya memberikan kebebasan untuk BUMDes agar bisa bekerjasama dengan pihak ketiga. Guna mendorong kemajuan nantinya. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








