PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dampak pandemi covid-19 telah membuat seluruh sektor sendi kehidupan manusia terganggu. Namun demikian, tidak boleh menyerah dan harus terus bangkit.

Seperti yang dilakukan oleh seorang tukang pijat tradisional bernama Sarmadi (42). Ia terus menjalankan pekerjaannya dengan penuh keyakinan dan penuh semangat, serta tetap menerapkan protokol kesehatan.

"Tentunya semua orang merasa takut dan khawatir jika tertular virus corona, tapi saya yakin saja dijauhkan dari virus tersebut. Salah satu upaya saya dengan disiplin pakai masker ini," kata Sarmadi saat dibincangi Borneonews, Sabtu, 19 Agustus 2020.

Bahwa tidak bisa dipungkiri, pria asal Banjarmasin ini kini tinggal di Jalan Pangeran Antasari Pangkalan Bun mengaku, akibat pandemi Covid-19, jumlah permintaan jasa pijat mengalami penurunan drastis.

Jika sebelum pandemi, Sarmadi bisa mendapatkan enam pelanggan dalam sehari. Namun, saat pandemi ini sehari hanya satu orang bahkan pernah tidak ada pelanggan sama sekali.

--page


“Saya maklum saja memang saat ini kondisinya demikian, orang semua pada khawatir. Alhmdulillah memasuki bulan Desember ini sudah lumayan, sehari bisa dua orang," tuturnya.

Keahlian memijat yang digelutinya sejak 10 tahun lalu ini didapatkan dari orang tuanya. Sehingga ia bisa melayani pijat, urut, pijat urat, keseleo dan lainnya. Selain masyarakat umum, bahkan ada juga pelanggan yang dari Kepolisian dan TNI.

"Dulu waktu saya masih kecil sering melihat bapak dan kakek saya memijat, dari situ saya belajar teknik nya, hingga bisa memijat sampai sekarang," ungkapnya.

Saat ditanya mengenai tarif pijat, Sarmadi menjelaskan tidak ada patokan harga, pelanggan cukup seikhlasnya saja, bahkan saat ini ia melayani jasa dengan menyebarkan kartu nama beserta no hp dan alamat rumahnya.

Sarmadi berharap masyarakat tertarik untuk memanjakan diri dengan datang ke tempat pijatnya atau memanggilnya. Sebab, pijat memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan imun dan membuat tubuh lebih rileks serta menyegarkan badan.

--page


"Masyarakat tidak perlu takut untuk datang pijat atau memanggil saya, karena saya sendiri menerapkan protokol kesehatan. Insha allah aman," pungkasnya. (DANANG/B-5)