KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Wilayah sepanjang pantai Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan  selain memiliki kawasan pantai dengan panorama indah, ternyata merupakan tempat habitat asli bagi satwa penyu sisik.

Gideon Yones Masiring, Kepala Resort Sungai Perlu Balai Taman Nasional Tanjung Puting mengungkapkan, di sepanjang pantai Desa Sungai Perlu selama ini tempat habitat alami bagi satwa penyu sisik untuk bertelur.

Bahkan dalam satu sarang jumlah telur Penyu Sisik  antara 150-200 butir, dengan  lama waktu untuk telur penyu menetas yakni antara 53-60 hari.

“Untuk menghindari  adanya gangguan atau ancaman predator termasuk perburuan telur secara ilegal untuk di perjual belikan, kami menyiapkan  fasilitas penetasan dan pemeliharaan penyu  di Resort Sungai Perlu, “ ungkapnya, Senin 21 Desember 2020

Penetasan dan pemeliharaan penyu dan tukik dilakukan,  untuk meminimalisir gangguan atau ancaman predator alami telur penyu sisik  seperti biawak, babi hutan, musang dan elang  termasuk perburuan telur secara ilegal untuk dikonsumsi dan diperjualbelikan.

--page

“Kami sangat berharap upaya pelestarian satwa penyu sisik dapat di dukung semua pihak termasuk kepedulian dan kesadaran dari masyarakat untuk bersama sama peduli untuk melestarikan keberadaannya,” imbuhnya.

 Apalagi, Penyu Sisik  merupakan salah satu hewan purba dan terancam punah, yang telah dilindungi oleh undang-undang sehingga siapa saja yang memburu, mengkonsumsi atau memperjualbelikan satwa ini bisa dipidana penjara. (FAHRUL/B-5)