PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemprov Kalteng tak ingin program food estate yang sudah mulai berjalan saat ini di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau gagal seperti program lahan sejuta hektare di era Orde Baru.

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan, program food estate di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau pasti akan membawa dampak sosial. Namun dirinya mengajak semua kalangan untuk melihat dari sisi positifnya.

"Salah satu perubahan yang akan terjadi yakni keadaan lokasi itu, pasti ada perubahan sistem tata air untuk perkembangan pertanian, kemudian ada perubahan ekosistem gambut. Terjadinya gangguan flora dan fauna darat atau kawasan lindung, serta perubahan persepsi dari masyarakat," katanya. Rabu, 23 Desember 2020.

Menanggapi persepsi dari masyarakat tersebut, dia menjelaskan ada dua hal yang menonjol yang dirasakan bersama, pertama yaitu kegagalan program lahan sejuta hektar beberapa tahun yang lalu atas daerah tersebut.

"Jadi untuk mengantisifasinya jangan sampai program food estate ini gagal seperti program lahan sejuta hektar tersebut," ucapnya.

--page

Dia menambahkan, hal kedua yang menonjol yakni bagaimana melakukan sosialisasi mengenai bahwa nanti yang menjadi sasaran food estate adalah Pemprov Kalteng mendatangkan transmigrasi dari luar sehingga menimbulkan berbagai tanggapan dari masyarakat.

"Ini yang perlu kita jaga atau pelihara bersama dan menjelaskan kepada masyarakat supaya pada gilirannya program food estate ini bisa terlaksana dengan baik serta kita harapkan ada kerjasama yang solid dari semua pihak terkait," tandasnya. (DONNY D/B-5)