BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tim Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu RSUD dr Soetomo Surabaya, Rabu, 23 Desember 2020 sekitar pukul 16.30 WIB memberikan penjelasan soal perkiraan operasi pemisahan bayi kembar siam Muhammad Ibrahim dan Muhammad Abdullah.
Anggota tim, dr Heroe Soebroto yang merupakan dokter bedah toraks kardiovaskular mengatakan, operasi pemisahan bayi kembar siam bukan tergolong operasi biasa. Untuk itu, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan sebelum melakukan operasi.
"Masa pandemi covid-19 ini juga merupakan hal yang perlu diperhitungkan. Tentunya kita tidak ingin proses operasi pemisahan tersebjt membahayakan banyak pihak, baik si bayi maupun tim dokter dan tenaga medis yang menanganinya," jelas Heroe Soebroto.
Pasalnya, menurut Heroe Soebroto, operasi pemisahan bayi kembar siam tergolong operasi yang luar biasa.
"Harapannya pandemi covid-19 bisa berlalu agar operasi pemisahan bisa dilakukan," katanya.
Namun bila kondisi pandemi covid-19 berlarut-larut dan kita tidak tahu kapan berakhir, maka Tim Pusat Pelayanan Kembar Siam akan menggelar rapat untuk memutuskan kapan dilakukan operasi.
--page
"Harapannya operasi pemisahan tersebut bisa dilakukan tahun 2021, sebelum masuk bulan Ramadan. Segala persiapan harus matang dan semua kelengkapan yang diperlukan harus ada. Pastinya pasca kegiatan visitasi hari ini, kami secara intensif akan berkoordinasi dengan tim RSUD Sultan Imanuddin," jelas Heroe Soebroto. (WAHYU KRIDA/B-11)








