PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kursi gereja tampak kosong karena jarak yang harus diatur. Sebagian warga jemaat juga harus mengenakan masker. Itulah penerapan protokol kesehatan covid-19 ketat, yang menjadi pemandangan berbeda dalam perayaan Natal tahun ini. 

Suasana sejumlah gereja yang pada perayaan natal tahun-tahun sebelumnya selalu penuh dengan jemaat. Namun, tahun ini tampak sepi dan hanya dibungkus dengan rangkaian ibadah biasa. 

Olive salah satu remaja yang juga jemaat di salah satu gereja di Pulang Pisau mengatakan biasanya akan ada banyak aktivitas perayaan setiap Natal tiba.

"Tahun ini saya merayakan natal bersama keluarga saja, biasanya bisa merayakan natal bersama teman-teman," katanya, Jumat, 25 Desember 2020.

Meskipun tidak meriah seperti tahun-tahun sebelumnya, Olive mengatakan tidak mengurangi sukacita dan makna natal, karena pada tahun ini dalam pandemi Covid-19, dirinya lebih banyak kumpul bersama keluarga di rumah. 

Olive memang tidak mengucapkan Natal dengan bersalaman secara langsung dengan teman-teman, tapi dia masih bisa mengirim pesan melalui media sosial. 

Menurutnya menjaga kesehatan dirinya dan keluarga tidak kalah penting dalam suasana pandemi Covid-19 saat ini.

--page

Sementara itu, Ketua Jemaat GKE Bintang Timur Pendeta Ina Gantiani. Perayaan natal tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya kata dia menyambut perayaan natal, tenda-tenda terpasang di setiap gereja, undangan memenuhi, namun saat ini kita duduk dengan berjarak, memakai masker, cuci tangan dan tidak bersalaman.

"Jujur setiap kita mengumpulkan banyak orang kita merasa was-was takut tercipta klaster baru. Kita menerapkan protokol kesehatan dan itu menemani hari-hari kita," katanya. 

Pada natal tahun ini meski terpisah karena jarak antara satu dengan yang lain, natal tahun ini menurutnya tidak mengurangi makna dan sukacita natal seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Kita berharap tidak terulang di tahun berikutnya. Dan natal tahun ini biarkan menjadi kenangan, bahwa kita pernah melaksanakan natal yang dibatasi jarak sosial karena pandemi covid-19," katanya. (JAMES DONNY/B-11)