BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Sejumlah petani di Desa Saka Lagun, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas mengalami kendala untuk mengoptimalkan hasil tanam padi periode Oktober - Maret (Okmar). Kendala itu salah satunya tingginya debit air di lahan persawahan.
Kendala untuk mengoptimalkan hasil pertanian itu karena rata-rata lahan di wilayah terletak pada dataran rendah, apalagi pada saat musim hujan tiba air menggenang di lahan persawahan.
Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Dinas Pertanian setempat, Muhammad Imron mengatakan ke dalaman air di lahan persawahan di wilayah itu saat ini dikeluhkan petani.
"Mereka para petani mengharapkan akan perhatian pemerintah agar dibangun jaringan irigasi di lahan sawah, seperti pintu-pintu air, serta saluran air kuarter menuju lahan" kata Imron, Senin 28 Desember 2020.
Padahal menurutnya, saat ini pemerintah sedang menggenjot tanam padi dua kali setahun untuk jenis padi unggul yang berumur 3 bulan saja.
--page
"Salah satu kendala yang dihadapi pada musim tanam Oktober - Maret atau OkMar yaitu genangan air di lahan hal itu karna belum ditunjang sistem irigasi yang memadai," tuturnya.
Kendala lain yang dihadapi petani yaitu ancaman serangan tikus yang menyerang dimasa penyemaian maupun menjelang panen tiba.
Ia menyampaikan saat ini sebanyak 11 kelompok tani di Desa Saka Laguna juga telah melaksanakan penanaman padi unggul IR.
Desa Saka Lagun merupakan salah saru desa yang masuk dalam kawasan pengembangan program ketahanan pangan nasional food estate, total pengembangan untuk Kecamatan Pulau Petak sendiri seluas 1.340 hektar.
Dalam pengembangan di kawasan itu pemerintah telah memberikan fasilitas berupa bantuan BBM untuk traktor roda 4 dan 2. Selain itu juga ada bantuan pupuk.
Sementara itu, salah satu pegiat Kelompok Tani, Syahrian menyampaikan sesuai arahan PPL, pihaknya mencoba secara swadaya menggunakan Benih padi Unggul Hibrida Varietas SUPADI dan ternyata pertumbuhannya bagus dengan jumlah anakan 50.
--page
"Sehingga menjadi pemacu semangat anggota lainnya untuk menanam padi unggul lebih banyak ditahun berikutnya," ucapnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-7)








