BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Penyebab peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan HM Rafi'i Pangkalan Bun, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada Minggu, 27 Desember 2020 sekitar pukul 17.00 WIB, telah terungkap.
Kecelakaan tersebut sempat menggegerkan masyarakat Kota Manis - Pangkalan Bun. Pasalnya, akibat kecelakaan tersebut, satu unit mobil jenis Mitsubishi Xpander warna hitam nopol D 1244 VBP yang dikemudikan oleh BY terbalik setelah ditabrak oleh mobil Fortuner warna hitam nopol KH 1268 GP yang dikemudikan oleh R (55), warga asal Kecamatam Kumai.
Kapolres Kobar AKBP Devy Firmansyah menyebutkan, Fortuner yang dikendarai R menabrak 2 motor dan 2 mobil. Penyebabnya diduga kuat akibat pengaruh alkohol.
"Saat dilakukan pemeriksaan bersama kedua rekan pelaku mobil Fortuner, mereka mengakui telah meminum minuman keras," katanya.
"Pada awalnya mereka mengaku minum arak namun setelah sadar, mereka mengaku telah meminum minuman keras merek anggur sebanyak 4 botol. Bahkan usai kejadian, R pengemudi Fortuner tidak tau atau tidak merasa telah menabrak pengendara lain, akibat pengaruh minuman beralkohol," jelas Devy.
--page
BY selaku pengemudi Xpander menceritakan awal kejadian kecelakaan tersebut kepada Borneonews pada Selasa, 29 Desember 2020. Mulanya, saat ia bersama istri dan empat anaknya hendak jalan-jalan mencari makan. Sesampainya di Jalan HM Rafii tepatnya pertigaan jalan arah masuk Pasar Palagan Sambi, ada kecelakaan lalu lintas. Yaitu mobil Fortuner hitam menabrak motor yang dikendarai oleh ibu-ibu.
"Karena fortuner ini posisinya di tengah jalan, saya ngga bisa lewat. Akhirnya saya turun untuk membantu memberikan pertolongan. Saat itu, posisi ban depan mobil Fortuner masih melindas motor ibu-ibu itu. Kemudian kita suruh mundur sekalian membuka jalan," kata BY melalui sambungan telepon selular.
Dia melanjutkan, setelah mobil mundur dan membuka jalan serta sudah banyak warga yang memberikan pertolongan, BY melanjutkan perjalanannya menuju arah Bundaran Pancasila. Ketika sudah mendekati belokan di Bundaran Pancasila, anaknya yang duduk di belakang memberitahu bahwa ada kecelakaan lagi.
"Saat saya hampir sampai di belokan Pos Polisi, anak saya yang paling besar memberitahu 'Ayah, kok ada tabrakan lagi dibelakang'. Lalu saya menoleh ke spion," ceritanya.
Pada awlanya, BY tidak mengira kalau yang terlibat tabrakan kedua itu mobil Fortuner hitam yang sebelumnya menabrak pengendara motor ibu-ibu. Sebab, BY mengira kalau pemilik mobil itu sedang menyelesaikan masalah pada tabrakan awal.
--page
"Saat saya lihat spion, Fortuner ini jalannya oleng kanan dan kekiri, lalu nyenggol bagian samping mobil tepat di belakang saya, lalu juga nabrak pemotor yang dikendarai anak-anak dua orang," jelasnya.
Di sinilah, kejadian mobil Xpander yang dikendarai BY terbalik. Saat mobil Fortuner mulai melaju mendekati mobilnya, BY tidak jadi berbelok ke kiri namum mengarahkan mobilnya ke kanan mepet ke arah plangson jalan.
"Maksud saya lari kekanan itu, memberi ruang siapa tau mobil Fortuner jalan di sebelah kiri saya. Ternyata belum sempat sepenuhnya ke arah kanan, tiba-tiba dia sudah nyamber masuk dari sebelah kanan. Jadi mobil saya kayak kecongkel dan terbalik," jelas BY.
Saat itu, yang ada dalam pikirannya adalah anak-anaknya. Saat mencoba melihat kebelakang, anak-anaknya sudah tidak ada dan sudah mendapat pertolongan. Lalu, saat hendak keluar, ia pun mengalami kesulitan, karena pintu sebelah kanan tidak bisa dibuka dan keluar dari pintu sebelah kiri.
"Saat terbalik, mobil masih keadaan nyala dan ban berputar. Lalu saya matikan mesin dan cari anak-anak sudah tidak ada. Saya waktu itu bleng mas," papar BY mengingat kejadian itu.
--page
BY bersyukur istri dan 4 anaknya semua dalam kondisi baik-baik saja mengkipun mengalami luka ringan.
"Alhmdulillah anak-anak baik-baik aja mas, hanya lecet-lecet. Awal kejadian, saat malam hari kepala saya pusing dan Alhmdulillah sekarang sudah tidak apa-apa. Atas kejadian itu, kita pun masih trauma atau shocked," ungkapnya.
Saat dikonfirmasi terkait kerugian, BY tidak bisa menyampaikan secara rinci. Ia memperkirakan kerugiannya ratusan juta.
"Saya belum lihat mobil saya seperti apa mas. Sekarang di Lantas sana. Ya kalau kerugian kemungkinan capai ratusan juta lah," tuturnya.
Ia berharap, pelaku dapat bertanggung jawab penuh atas perbuatannya. Apalagi, kecelakaan tersebut melibatkan banyak kendaraan. (DANANG/B-7)








