BORNEONEWS, Palangka Raya - Disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dinilai sangat efektif mencegah penularan Covid-19. Wajar, imbauan ini setiap hari selalu terdengar. Baik dari pemerintah maupun instansi terkait lainnya.
Imbauan tidak sekadar melalui media massa, sosial tapi juga secara langsung hingga berbekal papan portable bertuliskan bagian dari protokol kesehatan. Masker untuk warga agar digunakan sebagaimana mestinya telah diberikan.
Bantuan dengan berbagai macam jenis namanya juga disalurkan untuk warga terdampak pandemi. Bisa berupa bantuan sosial pangan sampai tunai.
Dari sisi teguran-pun sudah dilakukan di kala menemui seseorang tidak mematuhi protokol kesehatan, penggunaan masker misalnya. Ada pula yang sampai diberikan sanksi denda maupun sosial atas pelanggaran protokol kesehatan.
Namun, upaya tersebut tidak akan berbuah hasil maksimal jika masih banyak yang mengabaikan. Oleh sebab itu, pemerintah maupun instansi terkait yang tidak pernah bosan menggaungkan protokol kesehatan berharap besar kepada semua pihak, untuk tetap disiplin protokol kesehatan.
--page
"Sampai saat ini kita belum punya cara lain mencegah penularan Covid-19 kecuali prokes (protokol kesehatan). Prokes terbukti sangat efektif mencegah penularan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul kepada borneonews.co.id.
"Saya mengimbau agar semua orang memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan rajin cuci tangan," pesannya.
Suyuti Syamsul berharap, tingkat kedisiplinan masyarakat pada protokol kesehatan semakin meningkat. Tentunya dengan harapan pandemi Covid-19 segera berakhir sehingga aktivitas sehari-hari bisa kembali berjalan normal.
Sementara itu, menjelang malam pergantian tahun dari 2020 menuju 2021, Sekda Kalteng Fahrizal Fitri belum lama ini mengingatkan masyarakat untuk tidak merayakan seperti tahun sebelumnya. Hindari kerumunan agar terhindar dari virus berbahaya itu.
Ia juga menyampaikan pesan untuk para ASN agar tidak berpergian ke keluar daerah di masa libur. "Tujuannya untuk kita semua dalam memutus mata rantai. Jangan sampai di saat tahun baru ada lagi,"
--page
"Kita sudah ada gelombang kedua. Jangan sampai ketiga. Kasian tenaga medis," pesannya.
Meski demikian, sekda juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mengantisipasi segala kemungkinan yang tidak diinginkan pasca-libur Natal dan tahun baru.
"Kita sudah siap. Di RSUD Doris masih bisa terpakai (perawatan). Kemudian ada mess kehutanan dan Bapelkes. Kalau penuh, kita bisa gunakan Hotel Dandang Tingang," ungkapnya.
Untuk tenaga kesehatan, sekda menyebut tergantung situasinya. "Dulu relawan (tenaga kesehatan). Kalau ada meningkat, kita rekrut lagi. Tapi kita berharap, tidak ada peningkatan dan bisa segera berakhir," tuturnya.
Berkaca dari update data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kalteng setiap harinya, jumlah terkonfirmasi positif terus meningkat. Angka peningkatan juga terjadi pada jumlah yang sembuh.
Berikut borneonews himpun dalam tiga hari terakhir.
--page
Pada Sabtu, 26 Desember 2020, total terkonfirmasi positif berjumlah 9.360 karena ada penambahan 80. Sedangkan yang sembuh 6.867 (bertambah 68) dan total meninggal dunia sejak awal hingga saat ini berjumlah 261 (penambahan 2).
Kemudian pada Minggu, 27 Desember 2020, terkonfirmasi bertambah 85 (totalnya 9.445), sembuh bertambah 123 (total 6.990) dan yang meninggal dunia bertambah 4 atau totalnya menjadi 265.
Selanjutnya, data terbaru pada Senin, 28 Desember 2020, terkonfirmasi bertambah 43 (total menjadi 9.488), sembuh bertambah 181 (total menjadi 7.171) dan yang meninggal dunia bertambah 1 menjadi 266. (BUDI/B-7)








