BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Senjak diberlakukannya rapid antigen bagi penumpang moda transportasi udara sejak 22 Desember 2020 oleh Pemkab Kobar, kini Klinik Utama Permata Ibu Kumai mengalami kenaikan jumlah pemohon, sehingga harus menambah jumlah tim medis untuk memberikan pelayanan.
Pemilik klinik, Siti Zakiyah mengatakan selain adanya kenaikan jumlah pemohon, penanganan rapid test antigen juga berbeda dengan rapid test antibodi, sehingga pihaknya perlu menambah tim medis, yaitu dokter pemgambil sampel 3 orang dan 4 orang analis untuk pemeriksaan antigen.
"Sebelum kita memulai pelayanannya, harus memperhitungkan kelayakan tenaga dengan jumlah orang yang harus dilayani, dengan adanya pelayanan rapid antigen kita juga menambah beberapa tenaga medis yang memang profesional dibidangnya," ujarnya, Selasa, 29 Desember 2020.
Siti menuturkan jika saat awal diterapkannya kebijakan wajib rapid antigen bagi penumpang pesawat, permintaan rapid meningkat, sehingga pihaknya pun kwalahan.
"Saat hari pertama itu kunjungan lumayan cukup membludak dan kami yang melayani juga cukup agak keteteran. Jadi mereka ini kaget, karena sebelumnya rapid test antibodi tetapi mereka harus melakukan kembali lagi rapid antigen, sebab tidak semua masyarakat itu update dengan informasi," ungkapnya.
--page
Pihaknya tidak hanya melayanai rapid antigen tetapi juga masih melayanai rapid antibodi. Mengingat penumpang kapal laut masih menggunakan rapid test antibodi, sehingga dalam sehari pemohon bisa mencapai 200 lebih.
Selanjutnya, karena ada peningkatan pemohon serta pemeriksaan yang berbeda dengan rapid test antibodi.
Selain menambah tim medis, pihak klinik juga menambah jam kerja atau waktu pelayanan, sehingga semua calon penumpang atau pemohon rapid dapat terlayani.
"Antisipasi terjadi penumpukan pengunjung, kita menambah jam pelayanan, agar bisa tetap menerapkan protokol kesehatan, sehingga semua calon penumpang itu terlayani," pungkasnya. (DANANG/B-6)








