PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Harian Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Palangka Raya, Emi Abriyani menyampaikan sampai pada saat ini pihaknya belum merekomendasikan adanya proses pembelajaran secara tatap muka.

Pasalnya kondisi sebaran Covid-19 di Kota setempat masih tinggi sehingga kondisinya belum memungkinkan untuk melakukan kegiatan pengumpulan masa seperti kegiatan belajar secara tatap muka.

“Untuk mekanisme rencana belajar tatap muka tersebut nantinya kami akan mengadakan rapat dengan pihak Dinas Pendidikan dan Wali Kota," kata Emi, Selasa 29 Desember 2020.

Untuk pembelajaran tatap muka ini kemungkinan besar bisa dilakukan ketika angka sebaran Covid-19 di kota tersebut bisa dikendalikan. Selain itu pihaknya juga menunggu vaksin yang rencananya disalurkan ke daerah.

Berkaca pada sebaran Covid-19 di Kota Palangka Raya sampai pada saat ini masih mengalami lonjakan kenaikan orang yang terkonfirmasi positif setiap hari. Rasanya cukup berat untuk menerapkan sistem pembelajaran tatap muka.

--page

Emi berharap pada 2021 nanti sebaran Covid-19 di Kota yang di aliri Sungai Kahayan ini bisa kembali terkendali seperti sebelumnya, sehingga kota Cantik bisa dinyatakan sebagai zona hijau sebaran Covid-19.

“Semoga dalam waktu dekat ini kita bisa melaksanakan rapat internal membahas terkait metode pembelajaran secara tatap muka sehingga satgas pun dengan cepat bisa mengambil sebuah tindakan,” pungkasnya. (HENDRI/B-6)