BORNEONEWS, Kasongan - Produksi madu lebah kelulut yang dibudidayakan pihak Unit Pelaksana Tugas atau UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi atau KPHP wilayah XVII Katingan Hulu Kabupaten Katingan sejauh ini telah dipasarkan hingga ke wilayah Pulau Jawa.
"Sementara sebagian besar produksi madu kelulut kami pasarkan di lingkup Kalteng, seperti Palangka Raya dan Kasongan. Tapi memang sudah ada yang kita kirim ke wilayah Kalsel dan Kaltim, kemudian ke daerah Jawa juga sudah mulai, " ujar Kepala UPT KPHP wilayah XVII Katingan Hulu, Kristianto, Rabu, 30 Desember 2020.
Menurutnya, dari sekitar 224 kotak atau koloni lebah madu kelulut, pihaknya telah meraup hingga jutaan rupiah setiap kali panen.
Untuk sementara pihaknya mengemas satu jenis produksi madu kelulut ini, yaitu dengan volume atau isi 250 mililiter yang dijual Rp 100 ribu per botol.
Dia mengatakan, untuk satu kotak koloni lebah kelulut dapat menghasilkan madu sekitar setengah liter sekali dipanen. Dan biasanya dalam satu kotak dapat dipanen dua kali dalam sebulan.
--page
Kristianto mengaku sejauh ini pihaknya telah mempunyai sertifikat perdagangan rumah tangga terkait pemasaran produksi madu kelulut ini.
"Dan kami sudah ada botol tersendiri yang telah dikemas sedemikian rupa, dan mudah-mudahan kedepan bisa mendapatkan sertifikat dari BPOM, " harapnya.
Sejauh ini, kata Kristianto pihaknya telah memberikan produksi madu kelulut kepada pihak RSUD Mas Amsyar Kasongan.
Selain itu juga hasil produksi madu kelulut juga sebagian disalurkan membantu meringankan beban warga Katingan terdampak banjir beberapa waktu lalu melalui pihak BPBD.
Selain dibudidayakan pihak UPT KPHP XVII Katingan Hulu, sejauh ini budidaya lebah madu kelulut juga telah dibudidayakan oleh masyarakat maupun kelompok tani.
--page
Bahkan, kata Kristianto jika saat ini wilayah Katingan memiliki produksi madu kelulut paling besar di Kalimantan Tengah.
Dia memperkirakan tahun 2021 nanti produksi madu kelulut dari wilayah Katingan bakal melimpah.
"Tentu ada regulasi bagaimana mengambil koloni dari alam, dan itu dimungkinkan bakal ada retribusi bagi daerah," kata dia.
Pihaknya, imbuh Kristianto bakal komitmen dengan kelompok tani madu kelulut jika nantinya produksi melimpah, yaitu siap menampung produksi madu kelulut dari masyarakat tentu dengan harga bersaing. (ABDUL GOFUR/B-7)








