BORNEONEWS, Sampit - Kasus asusila baik pemerkosaan, pelecehan seksual, hingga sodomi sangat mengkhawatirkan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bahkan sebagian korbannya merupakan anak bawah umur.
"Kasus asusila menjadi atensi kami, bahkan selama 2020 mengalami peningkatan. Yang lebih mengkhawatirkan, korbannya di bawah umur," ujar Kapolres Kotim AKBP Abdoel Harris Jakin, Sabtu, 02 Januari 2021.
Dirinya menerangkan, selama 2020 kasus asusila di Kotim ada 18 kasus. Terjadi peningkatan dibandingkan 2019 yakni 11 kasus. Dari 18 kasus tersebut, yang dapat diselesaikan yakni 14 kasus.
Hal itupun menjadi perhatian pihaknya, karena para pelakunya juga rata-rata merupakan orang dekat korban. Bahkan ayah korban sendiri yang sangat bejat melakukan perbuatan persetubuhan terhadap anak kandungnya.
"Ini yang menjadi perhatian kami, karena korbannya juga rata-rata masih di bawah umur," kata Jakin.
--page
Yang menjadi perhatian pihaknya juga bukan hanya menangkap pelaku. Namun juga mengembalikan trauma korbannya. Hal itu dilakukan, karena mereka khawatir, korban mengalami trauma berkepanjangan, hingga berdampak terhadap masa depannya.
"Saya harap ini juga menjadi perhatian pemerintah, guna memberikan edukasi kepada masyarakat. Agar kasus yang sama tidak terulang," harap Jakin. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)









