BORNEONEWS, Muara Teweh - Wakil Ketua I DPRD Barito Utara, Permana Setiawan menyarankan agar pemerintah daerah dapat menerapkan kebijakan pembelajaran dengan sistem tatap muka.
Pasalnya, pembelajaran jarak jauh secara online untuk Kabupaten Barito Utara masih ada kendala. Seperti jaringan internet maupun sarana penunjang lainnya.
“Pada prinsipnya kami mendukung instruksi Pemerintah Pusat terkait proses belajar mengajar selama pandemi covid-19. Namun pendapat dan saran kami, penting juga diberlakukannya belajar mengajar di sekolah secara tatap muka bagi daerah zona hijau dan kuning,” kata Permana Setiawan, Selasa, 5 Januari 2020.
Mengingat hingga saat ini belum diketahui kapan berakhirnya pandemi covid-19 ini. Namun sebelum pembelajaran tatap muka, sebaiknya harus dilakukan uji coba terlebih dahulu dan harus ada persetujuan dari orangtua atau wali murid.
“Dukungan tersebut bukan tanpa alasan. Sebab proses belajar mengajar secara jarak jauh atau daring yang telah diterapkan beberapa bulan terakhir ini terdapat banyak kendala,” jelasnya.
Kendalanya mulai kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan sistem online. Dan dengan sistem tersebut, orangtua harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli paket internet. Kemudian, terdapat beberapa daerah di pedalaman yang tidak memiliki akses internet.
Lainnya, masih banyak siswa yang tidak memiliki ponsel. Bahkan dengan kondisi ekonomi seperti saat ini, sangat riskan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
--page
"Tentunya pembelajaran tatap muka harus mematuhi protokol kesehatan. Guru-guru pun juga agar dirapid test terlebih dahulu," pungkasnya. (RAMADHANI/B-11)









