PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) membantah Vaksin Sinovac merupakan varian vaksin Covid-19 paling lemah.

Sanggahan disampaikan langsung oleh Juru bicara vaksinasi COVID-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Lucia Rizka Andalusia melalui situs resmi pemerintah https://covid19.go.id.

“Hingga saat ini tidak ada dokumen dan informasi resmi dari WHO yang membandingkan respons imunitas 10 kandidat vaksin, atau pernyataan bahwa vaksin Sinovac rendah,” tulisnya, Rabu, 6 Januari 2021.

Sanggahan ini disampaikan setelah beberapa waktu terakhir banyak beredar informasi hoax di media sosial tentang WHO yang menyebutkan vaksin sinovac paling lemah.

Seperti diketahui mulai 5 Januari 2021 pemerintah pusat mendistribusikan Vaksin Covid-19 Sinovac ke hampir seluruh provinsi di Indonesia.

--page

Wilayah Kalimantan Tengah pada tahap awal pengiriman tersebut mendapatkan delapan karton vaksin dengan total 14.680 dosis. (HERMAWAN DP/B-6)