BORNEONEWS, Makassar - Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Merdisyam mengatakan satu orang terduga jaringan teroris berinisial I masih dalam perawatan intensif di RS Bhayangkara setelah mengalami luka tembak oleh anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror.
"Yang mengalami luka tembak itu sekarang dirawat di RS Bhayangkara dan 2 lainnya tewas karena semuanya melakukan perlawanan saat akan diamankan," ujarnya, Rabu 6 Januari 2021.
Ia mengatakan, tindakan tegas terukur dilakukan oleh anggota Densus 88 Anti Teror yang dibantu oleh anggota Gegana Brimob Polda Sulsel saat akan dilakukan penangkapan.
Terduga teroris yang berjumlah 20 orang di beberapa rumah di Villa Mutiara itu saat akan diamanahkan kemudian melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis parang dan senapan angin.
"Jika kondisinya sudah memungkinkan untuk dibawa ke Jakarta, maka langsung akan diterbangkan. Tapi untuk saat ini masih dikawal ketat dulu di RS Bhayangkara," katanya.
--page
Merdisyam juga mengatakan jika ada 17 orang lainnya yang dibawa oleh anggota Densus 88 ke Jakarta untuk dimintai keterangannya.
"Secara teknis itu menjadi penanganan oleh anggota Densus 88 dan kami di Polda Sulsel hanya sebatas back-up saja," terangnya.
Adapun yang tewas dalam penggerebekan itu yakni MR (mertua) dan AZ (menantu). Keduanya bersama anggota keluarganya yang lain sudah dibaiat sebagai anggota ISIS melalui jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia.
ANTARA









