BORNEONEWS, Washington - Twitter pada Rabu (6/1) mengatakan telah menonaktifkan sementara akun Presiden AS Donald Trump selama 12 jam terkait "pelanggaran berat dan berulang" terhadap aturan integritas sipil platform tersebut dan mengancam akan menangguhkan akun secara permanen.
Twitter menyatakan pihaknya harus menghapus cuitan Trump "sebagai akibat dari situasi kekerasan yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan sedang berlangsung di Washington," setelah massa pro-Trump menyerbu Gedung Kongres AS, Capitol, dalam upaya memaksa Kongres membatalkan hasil pemilihan presiden 3 November 2020.
Disebutkan bahwa, jika cuitan-cuitan Trump berisi klaim tak berdasar tentang pemilihan tidak dihapus, akun tersebut akan tetap terkunci. Itu berarti sang presiden tidak dapat lagi mencuit dari akun @realDonaldTrump.
Twitter juga menyebutkan bahwa aturan pelanggaran selanjutnya, termasuk menyangkut integritas sipil atau kebijakan ancaman kekerasan, akan mengakibatkan akun ditangguhkan secara permanen.
Sumber: Reuters/ANTARA
Twiiter Nonaktifkan Akun Presiden Trump Terkait Kerusuhan Kongres
Bagikan:
WASHINGTON –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Trump Ingatkan Akan Ada Tindakan Lebih Lanjut Terhadap Iran
Trump Percepat Kunjungan Camp David di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Trump: AS Tidak Serang Iran Secara Penuh Karena Pemilu Paruh Waktu
Kremlin: Putin dan Trump Dapat Bertemu pada KTT APEC di China
Trump Sebut Punya Tiga Strategi Hadapi Iran, Termasuk Eskalasi
Trump Isyaratkan Peralihan ke Tekanan Ekonomi Terhadap Iran
Komentar (0)
Memuat komentar…







