PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul mengatakan ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak mendapatkan vaksin covid-19 dikarenakan adanya kontra indikasi.

Hal itu dilakukan karena pertimbangan keselamatan. Sebab, jika dipaksakan untuk divaksinasi, dikhawatirkan akan memperberat penyakit yang bersangkutan.

"Vaksin covid-19 hanya diberikan pada orang yang benar-benar sehat, sehingga tubuhnya bisa membentuk kekebalan dan meminimalkan kemungkinan terjadinya efek samping yang tidak diharapkan," kata Suyuti Syamsul, Jumat, 8 Januari 2021.

Dia menjelaskan, kontra indikasi pada pemberian vaksin covid-19 sejatinya sering ditemukan pada pemberian vaksin lainnya. Seperti salah satu contohnya yakni bayi yang hendak diimunisasi karena sedang demam tentu ditolak.

"Karena salah satu efek samping imunisasi yang bisa terjadi adalah demam. Sehingga pemberian vaksin pada bayi yang sedang demam bisa memperparah. Setelah demam hilang, bayi kembali dapat divaksin (imunisasi)," terangnya.

Dia menambahkan, demam adalah contoh kontra indikasi sementara. Beberapa kondisi seperti riwayat alergi berat dapat menjadi kontra indikasi absolut, dan orang tersebut tidak akan pernah diberikan vaksinasi tertentu karena dapat membahayakan jiwanya.

"Jadi kesimpulannya vaksinasi hanya akan diberikan pada orang-orang yang benar sehat itu semata-mata karena alasan keamanan penerima vaksin," jelasnya.

--page

Dia menambahkan, pemerintah tentu tidak ingin rakyatnya sakit apalagi sampai meninggal dunia setelah diberikan vaksin.

"Petugas vaksinasi semuanya terlatih untuk mengatasi risiko munculya efek serius. Saya hanya ingin mengatakan peluang masuk ICU rumah sakit jauh lebih besar karena penyakit covid-19, dibandingkan masuk ICU karena efek samping vaksinasi," tegasnya.

"Mari kita akhiri pandemi covid-19 yang telah meneror kehidupan normal kita selama berbulan-bulan, dengan mengambil tanggungjawab sosial untuk mengikuti vaksinasi," pungkasnya. (DONNY D/B-11)