BORNEONEWS, Palangka Raya - Hoaks seputar vaksin covid-19 marak beredar di media sosial. Terutama berkaitan dengan vaksin sinovac yang berasal dari cina.
Kabar bohong atau hoaks yang disebarkan pun bermacam-macam jenis, ada yang menyebutkan vaksin tersebut tidak layak pakai atau terbuat dari lemak babi maupun sebagainya. Ada juga yang menyebutkan jika hanya Indonesia yang membeli vaksin tersebut, sedangkan negara lain tidak ada.
Di Kalteng sendiri, menurut temuan dari Diskominfosantik Kalteng, sampai saat ini ada sekitar 30 lebih hoaks tentang vaksin covid-19 yang beredar.
"Berdasarkan temuan kita ada sekitar 30 lebih secara keseluruhan se Kalteng," kata Plt Kepala Dinas Kominfosantik Kalteng, Agus S Djunaidy. Jumat, 8 Januari 2021.
Dia menjelaskan, untuk meredam hoaks yang sering beredar tersebut agak kesulitan. Sebab kebijakan untuk menutup akun para penyebar hoaks di media sosial bukanlah kewenangan mereka. Kebijakan tersebut ada pada operatornya secara global.
"Namun kita hanya bisa membuat media sosial itu lumpuh untuk sementara, seperti contohnya facebook kita buat lumpuh (lelet) misalkan satu jam akibat ada isu SARA atau sebagainya, namun itu juga hanya bisa dilakukan kominfo pusat," jelasnya.
Terlepas dari itu, dia meminta kepada masyarakat agar tidak mempercayai hoaks yang sering beredar. Sebelum menyebarkan informasi, ada baiknya disaring dan dicari terlebih dahulu kebenarannya.
--page
"Kita harap masyarakat agar lebih bijak lagi dalam bermedia sosial, jangan sampai termakan hoaks bahkan ikut-ikutan menyebarkannya," tegasnya. (DONNY D/B-11)









