BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi IV DPRD Kotawaringin Timur, Bima Santoso menyebutkan kerusakan jalan dalam perkotaan Sampit akibat banyaknya kendaraan besar berkapasitas melebihi tonase yang melintas.
"Truk besar lebihi tonase ini yang membuat jalan hancur. Ini membahayakan pengguna jalan lainnya," kata Bima Santoso, Sabtu, 9 Januari 2021.
Dia mengatakan, banyak kendaraan yang saling mendahului di jalan rusak. Hal itu berpotensi menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan.
Menurutnya, kondisi jalan yang sangat rusak cukup parah terutama di Jalan Pelita Barat dan Jalan HM Arsyad. Dua jalan ini masih masuk kawasan perkotaan.
Terkait itu, dia meminta Dinas PUPR dan Dinas Perhubungan bisa menindaklanjuti bahkan mendorong ada pihak ketiga yang dilibatkan untuk ikut bertanggungjawab terhadap kerusakan parah di ruas jalan tersebut.
"Kalau jangka panjang, bisa koordinasi dengan perusahaan yang armadanya banyak melintasi jalan tersebut untuk mencari solusinya," katanya.
--page
Bima menambahkan, penting sekali ada pengaturan untuk pengguna jalan ini supaya tidak setelah diperbaiki nanti lantas rusak lagi. (NACO/B-11)









