BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah menekankan pentingnya mempercayakan keamanan penggunaan obat ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pasalnya, BPOM merupakan lembaga pengawas obat di Indonesia.
"Kalau mereka (masyarakat) tidak percaya BPOM, siapa lagi yang bisa dipercaya," kata Kepala Dinkes Kalteng, Suyuti Syamsul, Sabtu, 9 Januari 2021.
Ia menegaskan Dinas Kesehatan hanya menyandarkan kepercayaan otorisasi penggunaan vaksin dan obat ke BPOM.
Dia menjelaskan, jika vaksin sudah disetujui oleh BPOM, artinya vaksin tersebut sudah aman dan efektif untuk digunakan.
Ia berharap melalui pemisahan instansi antara BPOM sebagai pemberi izin dan Dinas Kesehatan sebagai pelaksana vaksinasi, dapat meningkatkan kepercayaan dan kesadaran masyarakat.
--page
"Dinkes dan BPOM dipisahkan agar regulator dan pelaksana tidak satu tempat. BPOM itu langsung di bawah presiden," tandasnya. (HERMAWAN DP/B-11)








