BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pengolahan tanah masih menjadi kendala di lokasi rencana tanam perdana di lahan food estate di Kabupaten Kapuas.
Kondisi lahan rawa yang masih labil, masih menjadi kendala dalam olah tanah di lahan food estate saat ini.
Karena pada lahan tertentu, traktor yang sudah menggunakan satu roda apung tetap amblas, dan baru dapat digunakan setelah memakai tiga buah roda apung disisi kiri dan kanan.
Kendati demikian, Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas terus berupaya maksimal menggenjot progres olah tanah pada lahan di Kecamatan Dadahup tersebut.
Adapun lahan yang diolah seluas 400 hektare ini, disiapkan untuk lokasi tanam perdana yang rencananya akan dilakukan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
--page
"Dengan kendala tersebut maka dari 400 hektare lahan yang disiapkan, baru ada 200 hektare yang sudah selesai diolah. Tetapi, kami tetap berusaha maksimal untuk memacu percepatan olah tanah itu," kata Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Aswan, Minggu 10 Januari 2021.
Penyiapan olah tanah tersebut dilakukan untuk mendukung pencapaian target Menteri Pertanian yang merencanakan tanam perdana secara resmi di lahan Food Estate dapat dilakukan pada Januari 2021 ini.
Terlebih, lanjut dia pihaknya kini juga sudah menambah kesediaan traktor dan roda apung. "Sehingga dengan adanya penambahan alat ini, maka dalam sepuluh hari ke depan sisa lahan dua ratus hektare yang ditargetkan diharapkan dapat selesai digarap," ucapnya.
Selain itu, Aswan menyebutkan lahan untuk food estate di Kabupaten Kapuas sendiri telah ditetapkan seluas 20.000 hektare yang tersebar di sebelas kecamatan. Dimana untuk realisasinya, secara umum terdapat sekitar 18.000 hektare lebih yang lahannya sudah diolah. (DODI RIZKIANSYAH/B-5)









