PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dengan naiknya harga kedelai dipasaran Komisi II DPRD Kalteng berharap hal tersebut tidak memberikan dampak yang besar bagi masyarakat.

"Namun di sisi lain dampak Negatifnya pasti ada terkhusus bagi para pengolah atau pengrajin tahu, tempe di Kalteng," kata Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Lohing Simon. Senin, 11 Januari 2021.

Dia pun turut mendorong pemerintah melalui dinas terkait agar mengupayakan ketersediaan pangan baik itu jagung, kedelai, padi, dan sebagainya.

"Sehingga dengan tersedianya bahan-bahan pokok tersebut tidak mengalami kelangkaan dan harga pasti akan stabil," tuturnya.

Dirinya berharap, melalui program Food Estate yang telah mulai berjalan saat ini bahan pokok seperti jagung, kedelai, padi, dan lainnya bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang ada di Kalteng.

--page


"Sehingga tidak perlu lagi mendatangkan bahan pokok tersebut dari luar daerah, kita bisa memanfaatkan produk lokal yang ada," pungkasnya. (DONNY D/B-5)